Aulia Pohan (Koruptor Besan Presiden SBY)

Agustus 20, 2010
Aulia Pohan seorang koruptor. Koruptor wajib dihukum mati

Aulia Pohan seorang koruptor. Koruptor wajib dihukum mati

Aulia Pohan, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia dilahirkan di Palembang, 11 September 1945. Menyelesaikan pendidikan MA dalam Ekonomi Studi Pembangunan dari Boston University, USA. Mengikuti berbagai program pendidikan di luar negeri diantaranya; Financial Programming Policy Course IMF, Washington; ADB Training on Monetary and Fiscal Policies, Tokyo; Workshop in Harvard University dll.

Mengawali karirnya sebagai pegawai Bank Indonesia di Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank-bank pada tahun 1971, menjadi staf Gubernur Bank Indonesia pada tahun 1979, Urusan Ekonomi dan Statistik, dan sebagai Associate Representative di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tokyo.

Jabatan terakhir adalah sebagai Kepala Urusan Penelitian dan Pengembangan Intern. Ia sebagai koruptor dulunya juga aktif sebagai pengajar di berbagai lembaga dan Universitas.

Dengan disahkannya UU No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, maka berdasarkan Keppres Nomor 151/M tahun 1999 tanggal 17 Mei 1999, ia diangkat menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Disamping itu, ia adalah besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia adalah ayah dari Anisa Pohan yang menjadi istrinya anak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono.

Pada tahun 2009, Aulia Pohan dihukum 4 tahun 6 bulan karena kasus korupsi. Pada 2010 tanggal 6 Januari 2010, ia diperiksa oleh Pansus Bank Century. Sebagai keluarga Susilo Bambang Yudhotono (SBY), sangat wajar Aulia Pohan sebagai musuh rakyat ini mendapat remisi (keringanan hukum dari presiden).

_____________

Sumber: 1, 2, 3, 4

Mari, bebaskan negeri ini dari KKN. Hukum mati para koruptor, dan kembalikan uang rakyat!!!!


Syaukani Hasan Rais

Agustus 20, 2010

Koruptor (Wajib diHukum Mati)

Syaukani seorang koruptor (Sudah seharusnya koruptor wajib dihukum mati)

Syaukani Hasan Rais (akrab dipanggil Pak Kaning; lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, 11 November 1948; umur 61 tahun) adalah Bupati Kutai Kartanegara yang ke-9 bila dihitung sejak Daerah Istimewa Kutai, dan Bupati pertama sejak pemekaran menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menggantikan Bupati A.M. Sulaiman pada periode 1999 sampai 2004 dan kemudian kembali menjabat sebagai Bupati setelah memenangkan Pilkada Kutai Kartanegara pada tanggal 1 Juni 2005. Ia bersama pasangannya Samsuri Aspar dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Kutai Kartanegara periode 2005-2010 pada tanggal 13 Juli 2005.

Pada 18 Desember 2006, ia ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Loa Kulu yang diduga merugikan negara sebesar Rp 15,36 milyar, namun segera setelah itu Syaukani langsung menjalani perawatan rumah sakit selama sekitar 3 bulan dan tidak kembali ditahan setelah selesai menjalani perawatan. Pada 16 Maret 2007, Syaukani akhirnya dijemput paksa dari Wisma Bupati Kutai Kertanegara di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di KPK.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 14 Desember 2007, memvonis Syaukani dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi selama 2001 hingga 2005 dan merugikan negara Rp113 miliar. Tindak pidana korupsi yang dilakukan Syaukani adalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat.

Keluarga

Istri Syaukani bernama Hj. Dayang Kartini

Syaukani memiliki tiga orang anak, yaitu:

  1. Silvi Agustina, ST
  2. Rita Widyasari, SSos
  3. Windra Sudarta

Pendidikan

Pendidikan lainnya yang pernah ditempuh

Karier di Pemerintahan, Pendidikan dan Politik

Pendidikan dan Pemerintahan

  • Kepala SMEA, Tenggarong 1973
  • Kepala Seksi Ipeda Dispenda, Kutai, 1978
  • Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain Dispenda, Kutai, 1979
  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kutai, 1980
  • Kepala Bagian Sosial Sekretariat Wilayah Daerah Kabupaten Kutai, 1991
  • Asisten I Tata Praja Sekretariat Wilayah Daerah Kabupaten Kutai, 1991
  • Kepala Dinas Pendapatan Pemda Kabupaten Kutai, 1992
  • Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (dua periode 1997-1999 dan 1999)
  • Bupati Kutai Kartanegara, 14 Oktober 1999-2004 dan 13 Juli 2005-2009
  • Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta)

Karier Organisasi

Syaukani merupakan satu almamater dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengambil s3 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sehingga sangat wajar sekali, Syaukani sebagai koruptor, sebagai musuh rakyat ini, diberi remisi (keringanan hukum oleh presiden) Susilo Bambang Yudhoyono.

______________________________

Sumber dari Wikipedia, link Koruptor

Mari, bebaskan negeri ini dari KKN. Hukum mati para koruptor, dan kembalikan uang rakyat!!!!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.