Wahyu NH. Al Aly

Agustus 20, 2010

WAHYU NH AL_ALY (Wahyu Nur Hidayat) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Kelahiran Kebumen (28 Juni 1984) ini merupakan intelektual muda yang memosisikan dirinya sebagai penjembatan antara kalangan yang dianggap fundamentalis dengan kalangan yang mengaku liberal.

Dalam hal pendidikan, ia sering menyampaikan apabila belajar menurutnya tidak hanya melulu pada lembaga formal. Meskipun demikian, tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) melalui lembaga formal, menurutnya tetap sebagai fardhu ‘ain (kebutuhan/ kewajiban personal) secara sosial. Ia juga menekankan apabila ilmu tidak bisa diwariskan/ditransfer oleh apapun nasab dan kedudukan seeorang (baik sosial maupun struktural) melainkan melalui proses pembelajaran dan belajar.

Selain menyalurkan pemikiran-pemikirannya melalui tulisan di pelbagai media massa, menulis buku-buku (novelesei, ilmiah), dan menerjemahkan buku-buku dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, juga melalui seminar-seminar. Bersama LAWANG NGAJENG juga mengadakan berbagai kegiatan seperti pemberian beasiswa, menggelar seni dwi bulanan MAHABBAH BUDAYA di Jogja, serta kajian lainnya yang diselenggarakan di Jakarta, Kebumen, Cirebon,BekasiCiputat, dan lainnya.

astronomiilmu falaktholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) melalui lembaga formal, itu tetap fardhu ‘ainsosial.

ini, khususnya (ilmu astronomi yang berkaitan dengan penentuan dalam hukum Islam), belajar menurutnya tidaklah melulu pada lembaga formal. Meskipun demikian, (kebutuhan/ kewajiban personal) secara


ABDUL HADI WIDJI MUTHARI

Agustus 19, 2010

Abdul Hadi Widji Muthari (lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24 Juni 1946; umur 64 tahun) adalah salah satu sastrawan Indonesia. Sejak kecil ia telah mencintai puisi. Penulisannya dimatangkan terutama oleh karya-karya Amir Hamzah dan Chairil Anwar, ditambah dengan dorongan orang tua, kawan dan gurunya.

Masa kecil

Di masa kecilnya pula ia sudah berkenalan dengan bacaan-bacaan yang berat, dengan pemikir-pemikir kelas dunia seperti Plato, Sokrates, Imam Ghazali, Rabindranath Tagore, dan Muhammad Iqbal.

Pendidikan

Ia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada hingga tingkat sarjana muda, lalu pindah ke studi Filsafat Barat di universitas yang sama hingga tingkat doktoral, namun tidak diselesaikannya. Ia beralih ke Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran dan dalam program studi antropologi, juga tidak tamat. Akhirnya ia justru mendapatkan kesempatan studi dan mengambil gelar doktor dari Universiti Sains Malaysia di P. Penang.

Karier

Hadi juga pernah menjabat sebagai redaktur kebudayaan Harian Berita Buana dan anggota Dewan Pimpinan Harian Dewan Kesenian Jakarta. Puisi-puisinya kian lama kian kuat diwarnai oleh tasawuf Islam. Kumpulan puisinya, “Meditasi”, memenangkan hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1978. Bukunya “Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh”, melukiskan kecenderungan religiusnya.

Pada tahun 1992, ia menerima tawaran dari Universiti Sains Malaysia di P. Penang, untuk menjadi “ahli cipta” di Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan, di sana. Posisinya sebagai “ahli cipta” di perguruan tinggi yang berlokasi di Penang, Malaysia itu membuka peluang mengikuti program doktoral di perguruan tinggi itu dalam bidang sastra. Ia kembali ke Indonesia dengan gelar doktor, dan kini Hadi menjadi dosen di Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina. Tahun 2008, Abdul Hadi memperoleh gelar guru besar.

Hingga kini sudah enam kumpulan puisi yang diterbitkannya. Empat buku lainnya bukan puisi. Dengan istrinya, Tedjawati, yang menjadi pelukis, ia sering terlibat diskusi soal seni. Ia juga menyukai karya Bach, Beethoven, dan The Beatles.

Tulisan

Kumpulan puisi

  • Meditasi (1976)
  • Laut Belum Pasang (1971)
  • Cermin (1975)
  • Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
  • Tergantung Pada Angin (1977)
  • Anak Laut, Anak Angin (1983)

Tulisan tentang Abdul Hadi WM

  • “Naturmagie und Sufismus – Gedichte des indonesischen Lyrikers Abdul Hadi W.M.”, dalam Orientierungen 1/1991, S. 113-122.
  • “Struktur sajak penyair Abdul Hadi W.M.” (1998) oleh Anita K. Rustapa
  • “Arjuna in meditation: three young Indonesian poets: selected verse of Abdul Hadi W.M., Darmanto Jt & Sutardji Calzoum Bachri”, (1976) Writers Workshop, Calcutta.

________

Sumber: Tokoh di atas bersumber dari Wikipedia, dengan lin klik Kritikus


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.