Wahyu NH . Aly

Agustus 20, 2010

WAHYU NH ALY (Wahyu Nur Hidayat Aly) atau lebih sering disapa Gus Wahyu (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 28 Juni 1984) merupakan budayawan yang dikenal pemikirannya dalam membumikan ushul fiqh. Ia juga sebagai ketua Komunitas Kiai Muda di Indonesia, sekaligus pengasuh komunitas kajian politik dan budaya Lawang Ngajeng. Pemikiran-pemikirannya sering menjadi rujukan kalangan politisi dan tokoh agama. Belakangan ini, publik sempat dibuat geger dengan prediksinya tentang penangkapan ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri yang menjadi kenyataan tiga hari setelah pernyataannya.

Karya

Gus Wahyu, sapaan akrabnya, dikenal pemikirannya yang humanis, menjembatani kalangan liberal dengan kalangan fundamentalis. Ia juga produktif dalam menorehkan pemikirannya melalui tulisan baik di media massa maupun dalam bentuk karya buku dari sastra, esei, ilmiah. Selain itu, ia dikenal aktif dalam menerjemahkan karya-karya buku berbahasa Arab ke bahasa Indonesia. Sebagian karyanya telah menjadi penelitian oleh kalangan akademisi seperti skripsi dan tesis. Beberapa karya buku yang sudah ia hasilkan antara lain:

  • Ilmu Falak Dasar, (Yogyakarta: Progress Publishing, 2007)
  • Filsafat Humanisme Islam, (Yogyakarta, DIVA Press: 2008)
  • Membangun Keluarga Berbasis Takwa, (Yogyakarta, DIVA Press: 2008)
  • Hermeuneutika Prosa Sastra, (Yogyakarta, As Book: 2008)
  • Tasawuf Jalanan, (Yogyakarta, As Book: 2009)
  • Under The Moon, (Yogyakarta, As Book: 2009)
  • Metamorfosis Cinta, (Yogyakarta, As Book: 2009)
  • Bisikan di antara Daun Telinga, (Yogyakarta, Cupid: 2010)
  • Islam Embel-Embel, (Yogyakarta, As Book: 2011)
  • Ekstrimisme Liberal Vs Ekstrimisme Fundamentalis, (Jakarta, Lingkar: 2011)
  • Kerancuan Produk Wadiah Perbankan Syariah, (Yogyakarta, As Book: 2011)
  • Ateisme, Ateis Liberal, Ateis Fundamentalis, (Jakarta, Lingkar: 2012)
  • Mengubur Liberalisme, Menggairahkan Liberal, (Yogyakarta, Cahaya Media: 2013)
  • Politik Tak Nyubit Tak Asik, (Jakarta, SIN: 2014)

astronomiilmu falaktholabul ‘ilmi (menuntut ilmu) melalui lembaga formal, itu tetap fardhu ‘ainsosial.

ini, khususnya (ilmu astronomi yang berkaitan dengan penentuan dalam hukum Islam), belajar menurutnya tidaklah melulu pada lembaga formal. Meskipun demikian, (kebutuhan/ kewajiban personal) secara


ABDUL HADI WIDJI MUTHARI

Agustus 19, 2010

Abdul Hadi Widji Muthari (lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, 24 Juni 1946; umur 64 tahun) adalah salah satu sastrawan Indonesia. Sejak kecil ia telah mencintai puisi. Penulisannya dimatangkan terutama oleh karya-karya Amir Hamzah dan Chairil Anwar, ditambah dengan dorongan orang tua, kawan dan gurunya.

Masa kecil

Di masa kecilnya pula ia sudah berkenalan dengan bacaan-bacaan yang berat, dengan pemikir-pemikir kelas dunia seperti Plato, Sokrates, Imam Ghazali, Rabindranath Tagore, dan Muhammad Iqbal.

Pendidikan

Ia pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada hingga tingkat sarjana muda, lalu pindah ke studi Filsafat Barat di universitas yang sama hingga tingkat doktoral, namun tidak diselesaikannya. Ia beralih ke Fakultas Sastra, Universitas Padjadjaran dan dalam program studi antropologi, juga tidak tamat. Akhirnya ia justru mendapatkan kesempatan studi dan mengambil gelar doktor dari Universiti Sains Malaysia di P. Penang.

Karier

Hadi juga pernah menjabat sebagai redaktur kebudayaan Harian Berita Buana dan anggota Dewan Pimpinan Harian Dewan Kesenian Jakarta. Puisi-puisinya kian lama kian kuat diwarnai oleh tasawuf Islam. Kumpulan puisinya, “Meditasi”, memenangkan hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1978. Bukunya “Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh”, melukiskan kecenderungan religiusnya.

Pada tahun 1992, ia menerima tawaran dari Universiti Sains Malaysia di P. Penang, untuk menjadi “ahli cipta” di Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan, di sana. Posisinya sebagai “ahli cipta” di perguruan tinggi yang berlokasi di Penang, Malaysia itu membuka peluang mengikuti program doktoral di perguruan tinggi itu dalam bidang sastra. Ia kembali ke Indonesia dengan gelar doktor, dan kini Hadi menjadi dosen di Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina. Tahun 2008, Abdul Hadi memperoleh gelar guru besar.

Hingga kini sudah enam kumpulan puisi yang diterbitkannya. Empat buku lainnya bukan puisi. Dengan istrinya, Tedjawati, yang menjadi pelukis, ia sering terlibat diskusi soal seni. Ia juga menyukai karya Bach, Beethoven, dan The Beatles.

Tulisan

Kumpulan puisi

  • Meditasi (1976)
  • Laut Belum Pasang (1971)
  • Cermin (1975)
  • Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
  • Tergantung Pada Angin (1977)
  • Anak Laut, Anak Angin (1983)

Tulisan tentang Abdul Hadi WM

  • “Naturmagie und Sufismus – Gedichte des indonesischen Lyrikers Abdul Hadi W.M.”, dalam Orientierungen 1/1991, S. 113-122.
  • “Struktur sajak penyair Abdul Hadi W.M.” (1998) oleh Anita K. Rustapa
  • “Arjuna in meditation: three young Indonesian poets: selected verse of Abdul Hadi W.M., Darmanto Jt & Sutardji Calzoum Bachri”, (1976) Writers Workshop, Calcutta.

________

Sumber: Tokoh di atas bersumber dari Wikipedia, dengan lin klik Kritikus


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.